بـــيانــات هـــامّـة وعــــاجــلة

العربية  فارسى  اردو  English  Français  Español  Türk  Deutsh  Italiano  русский  Melayu  Kurdî  Kiswahili

تحذيرٌ إلى كافة المؤمنين بالله ثم ألبسوا إيمانهم بظلمِ الشرك بالله؛ إنّ الشرك لظلمٌ عظيمٌ

Warning to the entire believers in Allah then they cover their belief with wrongdoing of association with Allah; indeed polytheism is a grievous injustice

The Awaited Mahdi is calling to the global peace among the human populations

The fact of Planet-X, the planet of chastisement from the decisive Book as a reminder to the possessors of understanding-minds

A brief word about The Insolent (Antichrist) the Liar Messiah

Donald Trump is an enemy to the original American people, and an enemy to all Muslim and Christian people and their Governments, and an enemy to human populations altogether except the human satans the extremest ones in satan’s party

عــــاجل: تحذيرٌ ونذيرٌ لكافة البشر

تذكيـرٌ من محكم الذّكر لصُنّاع القرار من المسلمين

الإمام المهديّ يعلن غرّة الصيام الشرعيّة لعامكم هذا 1439 بناء على ثبوت هلال رمضان شرعاً

الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني يحذّر الذين يخالفون أمر الله ورسوله من غضب الله ومقته وعذابه

سوف تدرك الشمس القمر أكبر وأكبر في هلال رمضان لعامكم هذا 1439 تصديق شرطٍ من أشراط الساعة الكُبر وآية التصديق للمهديّ المنتظَر ناصر محمد اليماني

إعلان مفاجأةٌ كبرى إلى كافة البشر لمن شاء منهم أن يتقدّم أو يتأخّر، والأمر لله الواحد القهار

النتائج 1 إلى 8 من 8

الموضوع: Bayan Keterangan Mengenai Hijab Islami Untuk Seluruh Wanita Umat Islam..

  1. الترتيب #1 الرقم والرابط: 294966 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Bayan Keterangan Mengenai Hijab Islami Untuk Seluruh Wanita Umat Islam..

    sumber

    -1-

    Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    21 – 04 – 1430H
    17 – 04 – 2009
    10:15 pm
    ـــــــــــــــــــ



    Bayan Keterangan Mengenai Hijab Islami Untuk Seluruh Wanita Umat Islam..


    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, selawat dan salam ke atas Penutup Nabi dan Rasul, juga ke atas keluarga Nabi yang baik dan bersih hatinya dan ke atas para pengikut kebenaran hingga Hari Pembalasan..

    Wahai saudari-saudari Al Imam Al Mahdi, seluruh muslimat sekalian, sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk menutup keseluruhannya di hadapan manusia, dan Allah telah menyatakan kepada kalian bahawa yang demikian itu lebih mudah buat kalian dikenal (sebagai muslimah) dan lebih dekat pada ketakwaan

    Supaya kecantikan dan keindahan kalian tidak diketahui, lantaran ianya dapat membuatkan orang-orang yang memberi reaksi pada fitnah akan mengganggu kalian, yaitu orang-orang yang mengikuti nafsu syahwat mereka, kerana itu Allah telah memerintahkan kalian agar tidak menampakkan perhiasan kalian kepada sesiapa pun dari kalangan lelaki kecuali kepada suami kalian, kemudian Allah telah mengizinkan kalian untuk membuka perhiasan yang nampak, yaitu wajah dan telapak tangan sahaja di depan mahram kalian.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (kain bersambung dengan penutup kepala, dapat di angkat dan diturunkan buat menutupi wajah, leher dan tengah badan) ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (31)
    Maha Benar Allah
    [An Nuur:31]



    Juga sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (59)
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab]



    Kecuali perempuan-perempuan berumur di antara kalian yang telah terhenti haid, dan mereka tidak ingin menikah lagi dan mereka telah meninggalkan nafsu syahwat mereka, maka Allah memperbolehkan bagi mereka untuk menampakkan wajah dan kedua telapak tangan di hadapan manusia secara umum, dengan syarat mereka tidak mencantikkan diri dengan perhiasan pada wajah mereka.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian luar mereka (jilbab besar) dengan tidak menampakkan perhiasan (solekan dan sebagainya pada wajah), dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana. (60)
    Maha Benar Allah
    [An Nuur:60]



    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani
    ــــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 4487 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 1 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    21 - 04 - 1430 هـ
    17 - 04 - 2009 مـ
    10:15 مساءً
    ـــــــــــــــــــ


    بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة ..


    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمُرسلين وآله الطيبين الطاهرين والتابعين للحقّ إلى يوم الدين..
    ويا أخوات الإمام المهديّ كافة المُسلمات، لقد أمركنَّ الله بالحجاب التام بين الناس وأفتاكن أنّ ذلك أدنى وأقرب إلى التقوى حتى لا يُعرف جمالكن فيؤذيكن المُركسون في الفتنة الذين يتّبعون الشهوات، ولذلك أمركنّ الله أن لا تُبدين زينتكنّ لأحدٍ من الرجال غير أزواجكن، ومن ثمّ أذِن الله لكن أن تُبدين ما ظهر منها وهو الوجه والكفان فقط أمام مُحارمكن. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الأِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} صدق الله العظيم [النور:31].

    وتصديقاً لقول الله تعالى:
    {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً} صدق الله العظيم [الأحزاب:59].

    إلا القواعد منكنّ اللاتي يئِسن من المحيض فلا يرجون نكاحاً فعزفن عن الشهوة فأحلّ الله لهنّ أن يُبدين الوجه والكفين أمام الناس بشكلٍ عامٍ بشرط أن لا يتبرّجن بزينةٍ في الوجه. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ يَرْجُونَ نِكَاحاً فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ} صدق الله العظيم [النور:60].

    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخوكن الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــــــ



  2. الترتيب #2 الرقم والرابط: 294972 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Al Imam Al Mahdi Menjelaskan Fatwa Yang Benar Mengenai Firman Allah Ta’ala: Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik;

    sumber

    - 2 -

    Al Imam Al Mahdi Menjelaskan Fatwa Yang Benar Mengenai Firman Allah Ta’ala:
    Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (3)
    ـــــــــــــــــــــ

    Postingan asal ditulis oleh Abu Wahby
    Salam sejahtera ke atas kalian beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya

    Bagaimana engkau menafsirkan untuk kami ayat ini:

    Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan ke atas orang-orang yang mukmin. (3)
    Maha Benar Allah
    [An Nuur]

    Kita lihat sekarang ini, ada banyak dari laki-laki yang memperisterikan perempuan-perempuan bersih tak ternoda, sedangkan para lelaki itu tidak seperti mereka, ataupun sebaliknya
    ?

    Semoga Allah memberkahimu wahai Imam kami, ingat kami dalam doamu


    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, selanjutnya..

    Saudaraku yang bertanya, sesungguhnya ‘kawin’ yang dimaksudkan pada firman Allah ini adalah persetubuhan dengan berzina tanpa nikah secara syarak, dan yang demikian itu adalah diharamkan ke atas orang-orang mukmin, salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..


    Saudaramu Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani
    ــــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 4488 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 2 -


    الإمام المهديّ يبين الفتوى الحقّ في قول الله تعالى:
    {الزَّانِي لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِ‌كَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِ‌كٌ ۚ وَحُرِّ‌مَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ ﴿٣﴾}
    ـــــــــــــــــــــ

    المشاركة الأصلية كتبت بواسطة أبو وهبي
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    كيف تفسر لنا الآية :{الزَّانِي لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِ‌كَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِ‌كٌ ۚ وَحُرِّ‌مَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ ﴿٣﴾}صدق الله العظيم [النور]
    ونرى في أيامنا هذه الكثير مما يتزوجون من الطاهرات وهم العكس تماماً، أو العكس ؟
    وبارك الله فيك يا إمامنا ولا تنسانا من الدعاء.
    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلامٌ على المُرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين، وبعد..
    أخي السائل، إنّ النكاح المقصود في هذا الموضع هو الجماع بالزنى من غير نكاحٍ شرعيٍّ وحُرّم ذلك على المؤمنين، وسلامٌ على المُرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين..

    أخوك الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــــــ



  3. الترتيب #3 الرقم والرابط: 295025 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Adakah boleh bagi seorang wanita untuk berhias dan mencantikkan diri di hadapan saudara lelakinya, ayahnya, datuknya, atau pakcik sebelah ayah dan ibunya?

    sumber

    - 3 -

    Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    09 – 05 – 1430H
    04 – 05 – 2009
    02:06 am



    Adakah boleh bagi seorang wanita untuk berhias dan mencantikkan diri di hadapan saudara lelakinya, ayahnya, datuknya, atau pakcik sebelah ayah dan ibunya
    ?



    Pertama-tamanya, aku bukan Abu Soleh, sekiranya engkau tetap terus mengejek dan mempersendakan, maka kelak kami terpaksa menghapusmu dari laman web yang berkah ini, bagai pohon buruk yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tiadalah ia dapat menetap sedikitpun

    Adapun soalan yang engkau tanyakan:


    Aku ingin katakan yakni adakah maksudmu, wanita tidak boleh berhias dan mencantikkan dirinya di depan saudara lelakinya, ayahnya, datuknya, atau pakcik sebelah ayah dan ibunya
    ?



    Untuk itu Al Imam Al Mahdi yang engkau persendakan membalasmu, aku katakan:

    Allah Ta’ala berfirman:
    dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita
    Maha Benar Allah
    [An Nuur:31]


    Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــ

    اقتباس المشاركة: 34512 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..



    - 3 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    09 - 05 - 1430 هـ
    04 - 05 - 2009 مـ
    02:06 صباحاً
    ـــــــــــــــــــ



    هل يمكن للمرأة أن تتزين وتتبرج أمام أخيها أو أبيها أو جدّها أو أعمامها أو أخوالها ؟

    أولاً أنا لستُ أبو صالح، وإذا كنت ستستمر في الاستهزاء فسوف نضطر أن نجتثّك من هذا الموقع المُبارك كشجرة خبيثةٍ اجتثّت من فوق الأرض ما لها من قرار. وأمّا سؤالك في قولك:
    اقول يعني قصدك لا يمكن للمرأه ان تتزين وتتبرج امام اخيها أو أبيها أو جدها أو أعمامها أو أخوالها؟
    ومن ثمّ يردّ عليك الإمام المهديّ الذي تسخر منه وأقول: قال الله تعالى: {وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الأِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ} صدق الله العظيم [النور:31].

    الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ



  4. الترتيب #4 الرقم والرابط: 295092 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Apa hukum menonton televisi..

    sumber

    - 4 -

    Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    15 – 07 – 1430H
    08 – 07 – 2009M
    11:26 pm

    ـــــــــــــــــــــ


    Apa hukum menonton televisi..


    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, selawat dan salam ke atas Penutup para nabi dan rasul, ke atas keluarganya yang baik dan suci, juga ke atas para pengikut kebenaran hingga Hari Pembalasan..

    Saudaraku yang mulia, semua yang akan aku fatwakan padamu mengenai televisi, bahawasanya tidak diperbolehkan menonton semua perkara tidak senonoh yang menaikkan ghairah syahwat dan merangsang keinginan naluri kemanusiaan yang ada dalam diri manusia, termasuk perkara-perkara -yang sekiranya ada di televisi- dari makar tipudaya bikinan orang-orang yang mahu memfitnah, menipu dan melalaikan umat Islam, hingga kaum muslimin menyia-nyiakan solat dan mengikuti nafsu syahwat, sungguh manusia itu dijadikan bersifat lemah.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Allah hendak menerangkan (hukum syari'at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (26) Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (27) Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani
    ــــــــــــــــــــــ

    اقتباس المشاركة: 34513 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 4 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    15 - 07 - 1430 هـ
    08 - 07 - 2009 مـ
    11:26 مساءً
    ـــــــــــــــــــــ


    ما حكم النظر إلى التلفاز ..

    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمُرسلين وآله الطيبين الطاهرين والتابعين للحقّ إلى يوم الدين..
    أخي الكريم، كُلّ ما أفتيك به عن التلفاز أنّه لا يجوز النظر إلى كُلّ ما كان خليعاً يثير الشهوة ويُحرِّك الغريزة البشريّة في الإنسان حتى ولو كان في التلفاز من مكر الذين يريدون فتنة المُسلمين ليضيعوا الصلوات فيتّبعوا الشهوات وخُلق الإنسان ضعيفاً. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {يُرِ‌يدُ اللَّـهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿٢٦﴾وَاللَّـهُ يُرِ‌يدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِ‌يدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا ﴿٢٧﴾ يُرِ‌يدُ اللَّـهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا ﴿٢٨﴾} صدق الله العظيم [النساء].

    أخوكم الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــــــ



  5. الترتيب #5 الرقم والرابط: 295103 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Fatwa Imam Mahdi Mengenai Suara Wanita, Nyanyian Lagu Dan Musik..

    sumber

    - 5 -

    Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    17 – 07 – 1430H
    10 – 07 – 2009M
    01:50 am
    ــــــــــــــــــــــ



    Fatwa Imam Mahdi Mengenai Suara Wanita, Nyanyian Lagu Dan Musik..


    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, selawat dan salam ke atas Penutup nabi dan rasul, juga ke atas keluarganya yang baik dan suci, serta para pengikut kebenaran hingga Hari Pembalasan..

    Saudaraku yang mulia, mengenai suara wanita, aku tidak temukan dalam Kitabullah bahawa ianya aurat

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah pada mereka dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (53)
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab]



    Kami beristinbath menetapkan bahawa suara wanita bukanlah aurat melalui firman Allah Ta’ala: Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah pada mereka dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka, Maha Benar Allah, kerana itu kami tidak melarang percakapan di antara lelaki dan wanita meskipun bukan dari mahram mereka, tatkala seorang asing bertanya pada seorang wanita mengenai sesuatu, hendaklah wanita itu menjawabnya dan bercakap padanya, tidak ada kesalahan atas wanita itu

    Sebagai contoh, kita dapati Nabi Musa -‘alayhis sholaatu wassalaam-, dirinya adalah nabi Allah ketika dia menemukan dua wanita sedang menghambat kambing ternakan mereka, nabi Musa menghormati mereka berdua atas sifat malu pada mereka, yang mana mereka berdua tidak bersesak-sesak dan bersaing dengan para lelaki di sumber air Madyan

    Kerana itu nabi Allah Musa mahu berdesakan dengan para lelaki itu agar Musa dapat mengambilkan air untuk kedua wanita itu, namun Musa ingin memastikan adakah demikian itu yang menyebabkan mereka tidak mendekati sumber air, kerana itu Musa bertanya mereka:
    "Apa hal kamu berdua?"



    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan ketika dia sampai di telaga air negeri Madyan, ia dapati di situ sekumpulan orang-orang lelaki sedang memberi minum (binatang ternak masing-masing), dan ia juga dapati di sebelah mereka dua perempuan yang sedang menahan kambing-kambingnya. dia bertanya: "Apa hal kamu berdua?" Mereka menjawab: "Kami tidak memberi minum (kambing-kambing kami) sehingga pengembala-pengembala itu membawa balik binatang ternak masing-masing; dan bapa kami seorang yang terlalu tua umurnya ". (23) Maka Musa pun memberi minum kepada binatang-binatang ternak mereka, kemudian ia pergi ke tempat teduh lalu berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku sangat berhajat kepada sebarang rezeki pemberian yang Engkau berikan". (24) Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu malu sambil berkata:" Sebenarnya bapaku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami". Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: "Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu ". (25) Salah seorang di antara perempuan yang berdua itu berkata: "Wahai ayah, ambilah dia menjadi orang upahan (mengembala kambing kita), sesungguhnya sebaik-baik orang yang ayah ambil bekerja ialah orang yang kuat, lagi amanah". (26)
    Maha Benar Allah
    [Al Qashash]


    Namun begitu tidak diperbolehkan bagi wanita untuk bercakap-cakap dengan orang asing, melainkan dengan ucapan yang sopan beradab dan terhormat, dengan syarat tanpa ungkapan kata lemah lembut manja, kerana Allah melarang wanita tunduk dalam berbicara lemah lembut manja dengan lelaki asing

    Tatkala ada lelaki asing berbicara dengan wanita lalu si wanita membalas dengan ungkapan lemah lembut manja, maka di sini wanita itu berisiko terjebak dalam bahaya, kelak dengan tingkahlaku wanita itu akan membuatkan si lelaki tergetar dan terpesona, lantas lelaki yang dihatinya ada penyakit akan menyangka wanita itu menyukainya, dia menyangka wanita itu telah jatuh cinta padanya, lantas lelaki itu menggodanya untuk menundukkan dirinya.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Oleh itu janganlah kamu berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik (sesuai dan sopan). (32)
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab]


    Jika demikian suara wanita -sama ada suara sebenar maupun suara dalam televisi- bukanlah aurat,
    perkara yang Allah perintahkan kepada para wanita Nabi -shollallaahu ‘alayhi wasallam-, dan para wanita yang beriman, adalah mengenakan hijab menutup lengkap dari atas hingga bawah wanita, kerana keseluruhan tubuh wanita dan anggota-anggota badannya adalah aurat dalam muhkam Kitabullah

    Wahai para saudari Imam Mahdi seluruh muslimah semua, sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk berhijab lengkap sempurna ketika berada di antara orang-orang ajnabi, yakni orang-orang asing dan orang luar, dari kalangan orang-orang yang tidak dijadikan sebagai mahram kalian oleh Allah

    Allah juga menyatakan kepada kalian, bahawa yang demikian itu lebih mudah dan lebih dekat pada ketakwaan, agar keindahan dan kecantikan kalian tidak diketahui, menyebabkan kalian terdedah pada bahaya dan gangguan orang-orang yang terangsang pada fitnah, yaitu orang-orang yang mengikuti nafsu syahwat mereka

    Sebab itu Allah telah memerintahkan kalian agar tidak menampakkan perhiasan kalian kepada sesiapapun dari kalangan lelaki kecuali kepada suami kalian, oleh kerana itu Allah telah memperbolehkan kalian buat menampakkan hanya bahagian yang biasa tampak dari perhiasan kalian, yaitu wajah dan telapak tangan sahaja di depan mahram kalian.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (kain bersambung dengan penutup kepala, dapat di angkat dan diturunkan buat menutupi wajah, leher dan tengah badan) ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (31)
    Maha Benar Allah
    [An Nuur]


    Adapun di hadapan selain mahram, Allah perintah para wanita muslimah untuk berhijab lengkap

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (59)
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab]



    Kecuali wanita-wanita berumur dari kalian yang telah berhenti haid,
    dan mereka tidak berharap lagi untuk menikah, maka Allah memperbolehkan mereka untuk menampakkan wajah dan kedua telapak tangan di depan manusia secara umum, dengan syarat hendaklah tidak berhias diri dengan solekan pada wajah.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian luar mereka (jilbab besar) dengan tidak menampakkan perhiasan (solekan dan sebagainya pada wajah
    Maha Benar Allah
    [An Nuur:60]



    Masih ada pada kita tentang nyanyian lagu, kami fatwakan mengenainya dengan kebenaran:


    Bahawasanya setiap nyanyian lagu mempunyai syair lirik,
    dan syair lirik pula yang baiknya maka baiklah, dan lirik yang buruk maka buruklah ia, fitnahnya dapat menimpa emosi dan perasaan, khususnya rakaman lagu yang mengandungi ungkapan-ungkapan romantis cinta berahi

    Adapun permainan musik hiburan dan nyanyian dendangan, maka aku tidak melarangnya dan aku mendiamkan perihalnya, sebagaimana orang-orang sebelumku tidak mengatakan terhadapnya, kerana kita tidak boleh mengatakan ini halal dan ini haram dengan prasangka yang tidak berguna sama sekali buat mendapatkan kebenaran, selagi tidak ada padanya nash yang jelas dalam Kitabullah atau pada Sunnah Rasul-Nya yang benar.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Dan janganlah kamu berdusta dengan sebab apa yang disifatkan oleh lidah kamu: "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah; sesungguhnya orang-orang yang berdusta terhadap Allah tidak akan berjaya. (116)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl]



    Salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara Kalian Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــ

    اقتباس المشاركة: 34514 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 5 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    17 - 07 - 1430 هـ
    10 - 07 - 2009 مـ
    01:50 صباحاً
    ــــــــــــــــــــــ


    فتوى الإمام المهديّ في صوت المرأة وفي الغناء والموسيقى ..


    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمُرسلين وآله الطيبين الطاهرين والتابعين للحقّ إلى يوم الدين..
    أخي الكريم، بالنسبة لصوت المرأة فلم أجد في كتاب الله أنّه عورة. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ وَاللَّهُ لا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا} صدق الله العظيم [الأحزاب:53].

    ونستنبط أن صوت المرأة ليس بعورةٍ من خلال قول الله تعالى: {وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ} صدق الله العظيم، ولذلك لا نُحرّم التكليم بين الرجال والنساء ولو لم يكن من محارمهن، فإذا سألها الغريب عن شيء فلتجِبه فتكلمه فلا إثمَ عليها.

    وعلى سبيل المثال نجد نبيّ الله موسى عليه الصلاة والسلام وهو نبيّ الله حين وجد امرأتين تذودان فاحترمهن على حيائهن إذ لم يُزاحمن الرجال على بئر مَدْيَنَ، ولذلك أراد نبيّ الله موسى أن يُزاحم الرجال فيسقي لهن، ولكنه أراد أن يتأكّد هل ذلك هو السبب من عدم اقتراب البئر ولذلك سألهن:
    {مَا خَطْبُكُمَا}؟

    وقال الله تعالى:
    {وَلَمَّا وَرَ‌دَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ امْرَ‌أَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ‌ الرِّ‌عَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ‌ ﴿٢٣﴾ فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَ‌بِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ‌ فَقِيرٌ‌ ﴿٢٤﴾ فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ‌ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ﴿٢٥﴾ قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْ‌هُ إِنَّ خَيْرَ‌ مَنِ اسْتَأْجَرْ‌تَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [القصص].

    ولكنه لا يجوز للمرأة أن تُخاطب الغريب إلا بالقول المؤدب والمُحترم شرط أن يكون خالياً من كلمات الأخلاق العذبة، ولذلك حرَّم الله عليها أن تخضع بالقول مع الرجل الغريب إذا خاطبها فردّت عليه بكلمات الأخلاق العذبة، فهنا دخلت في المحذور وسوف تفتنه بأخلاقها فيطمع الذي في قلبه مرض فيظنّها مُعجبةٌ به ويظنّها وقعت في هواه ثم يُراودها عن نفسها. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفاً} صدق العظيم [الأحزاب:32].

    إذاً، صوت المرأة سواء على الواقع أم في التلفاز ليس بعورةٍ، فأمّا الذي أمر الله به نساء النبيّ -صلى الله عليه وآله وسلم- ونساء المؤمنين هو التحجّب الكُلّي من أعلاها إلى أدناها فجميع جسد المرأة وأطرافها عورة في محكم كتاب الله. ويا أخوات الإمام المهديّ كافة المُسلمات لقد أمركن الله بالحجاب التام بين الناس الأجانب من الذين لم يجعلهم الله محارِماً لكُنّ، وأفتاكن أنّ ذلك أدنى وأقرب إلى التقوى حتى لا يُعرف جمالكُن فتتعرضنَ لأذى المُركسين في الفتنة الذين يتّبعون الشهوات، ولذلك أمركن الله أن لا تُبدين زينتكنّ لأحدٍ من الرجال غير أزواجكن، ومن ثمّ أذن الله لكنّ أن تُبدين ما ظهر منها فقط وهو الوجه والكفان فقط، فذلك حجاب المرأة المُسلمة أمام المحارم لها جميعهم، فكُلّ من كان محرماً لهنّ سمح الله لهنّ أن تُبدين أمامهم ما ظهر من زينتهن وهو الوجه والكفان فقط أمام مُحارمهن. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الأِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} صدق الله العظيم [النور:31].

    وأما أمام غير المحارم أمرهن الله بالتحجب الكُلي. تصديقاً لقول الله تعالى: {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً} صدق الله العظيم [الأحزاب:59].

    إلا القواعد منكن اللاتي يئِسن من المحيض فلا يرجون نِكاحاً فأحلّ الله لهُنَ أن يُبْدين الوجه والكفين أمامَ الناس بشكل عام بشرط أن لا يتبرجنّ بزينةٍ في الوجه. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ يَرْجُونَ نِكَاحاً فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ} صدق الله العظيم [النور:60].

    وبقي معنا الغناء ونفتي فيه بالحقّ:
    فإنّ لكُل غناءٍ شِعرٌ والشِّعر خيرُه خيرٌ وشرُّهُ شرٌ وفتنته للعواطف خصوصاً الأشرطة التي تحمل كلمات الغزل، وأما لهو الموسيقى والطّرب فلا أحرِّمُه وأسكت عنهُ كما سكت الذين من قبلي، فنحن لا نستطيع أن نقول هذا حلالٌ وهذا حرامٌ بالظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً ما لم يوجد فيه نصٌّ صريحٌ في كتاب الله أو في سنّة رسوله الحقّ. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ} صدق الله العظيم [النحل:116].

    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخوكم الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ



  6. الترتيب #6 الرقم والرابط: 296405 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Tidak Diperbolehkan Bagi Wanita Untuk Berhias Diri Dan Berkelakuan Seperti Orang-orang Jahiliyah Yang Dahulu Ketika Mengerjakan Haji..

    sumber

    - 6 -

    Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    18 - 07 - 1430H
    11 - 07 - 2009M
    1:49 am
    ــــــــــــــــــ


    Tidak Diperbolehkan Bagi Wanita Untuk Berhias Diri Dan Berkelakuan Seperti Orang-orang Jahiliyah Yang Dahulu Ketika Mengerjakan Haji..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, selawat dan salam ke atas Penutup para nabi dan rasul, juga ke atas keluarga Nabi yang baik dan bersih dari kotoran syirik..

    Saudaraku yang bertanya, aku bersaksikan Allah, bahawasanya aku tidak bersetuju dengan semua orang yang berfatwa mengenai aurat wanita yang terdedah semasa berhaji, kecuali perempuan-perempuan yang telah lanjut usia, Allah mengizinkan mereka menampakkan wajah dan kedua telapak tangan

    Adapun para pemudi anak-anak wanita yang remaja juga yang dewasa, maka mereka berkewajiban berhijab menutup aurat di antara para ajnabi dari kalangan jemaah haji di Baitullah Al Haram, tidak diperbolehkan bagi mereka buat menimbulkan fitnah terhadap para jemaah Baitullah Al Haram


    Barangkali ada orang-orang yang mengatakan terhadap Allah pada perkara yang mereka tidak tahu, mungkin mereka mahu mengatakan:

    "Wahai Naser Mohammed Al Yamani, sesungguhnya jemaah haji tidak akan tengok orang perempuan"

    Oleh itu kami katakan padanya:

    Jika begitu menurutmu, pergilah kepada para jemaah haji dan lihatlah mereka dengan mata kepalamu sendiri, engkau akan dapati banyak dari mereka yang melihat wanita cantik, tiadalah mereka dapat menjaga dan menundukkan pandangan mereka melainkan setelah beberapa ketika

    Wanita (yang tidak berhijab) telah menyebabkan terjadinya dosa bagi jemaah haji, yang datang berziarah mengunjungi Rumah Allah supaya Allah mengampuni dosa dan kesalahan mereka


    Namun tatkala para wanita tidak berada berdekatan dengan salah seorang dari jemaah haji yang ajnabi, mereka diperbolehkan untuk mengangkat khimar yang menutupi wajah mereka, sehinggalah bilamana salah seorang jemaah haji yang ajnabi menjadi dekat dengan mereka, mereka wajib menutupi dengan khimar mereka kembali hingga ke dada
    (termasuk wajah)

    Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Aisyah dan para wanita sahabat yang baik; semoga Allah meredhai Aisyah dan para muslimah yang bersamanya, semoga Allah mengampuni mereka semua, sesungguhnya ramai wanita muslimah yang telah berhaji bersama Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wasallam-, perhatikanlah ucapan Aisyah, semoga Allah meredhainya, meredhai kita dan semua umat Islam

    Aisyah telah berkata:

    Kami bersama Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- melakukan ihram. Banyak rombongan yang melewati kami. Apabila mereka berpapasan dengan kami, maka kami menurunkan jilbab dari kepala menutupi wajah. Ketika kami sudah lewat maka kami singkap kembali wajah kami


    Benarlah ucapan Aisyah, dengan kebenaran dia telah menyatakan, dan aku terhadap yang demikian ini benar-benar dari kalangan yang menjadi saksi, bahawasanya tidak diperbolehkan bagi wanita untuk berhias diri dan berkelakuan seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu ketika mengerjakan haji..


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 4489 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 6 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    18 - 07 - 1430 هـ
    11 - 07 - 2009 مـ
    01:49 صباحاً
    ــــــــــــــــــ


    لا يجوز للمرأة أن تتبرج تبرج الجاهليّة الأولى في الحجيج ..

    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمُرسلين وآله الطيبين الطاهرين..
    أخي السائل، أشهدُ الله أنّي أخالف كافّة الذين يُفتون عن كشف عورة المرأة في الحجيج إلا القواعد من النساء فسمح الله لهن كشف الوجه والكفين وأما الشابات فيلتزمن بالحجاب بين الأجانب من حُجاج بيت الله الحرام، فلا يجوز لهنّ فتنة حُجاج بيت الله الحرام.

    ولربّما يودّ الذين يقولون على الله ما لا يعلمون: "يا ناصر محمد اليماني إن الحاج لن ينظر للمرأة". ومن ثم نقول له: إذاً اذهب للحجيج وانظر بعينك إلى الحجاج ترى كثيراً منهم ينظر للمرأة الجميلة فلا يستطيع أن يغضّ بصره إلا بعد حين، وتسببتْ في إثمٍ لهذا الحاجّ الذي جاء لزيارة بيت ربِّه ليكفِّر عنه خطاياه.

    ولكن يُسمح لها إذا لم يكن قريباً منها أحد الحُجّاج الأجانب أن ترفع الخِمار عن وجهِها حتى إذا اقتربَ منها أحد الحُجّاج الأجانب فيلزمها أن تضرب بخِمارها على صدرها كما فعلت عائشة ونساء الصحابة الأخيار؛ الله يرضى عنها وعنهنّ ويغفر لهنّ جميعاً فقد حجّ مع رسول الله -صلى الله عليه وآله وسلم- كثيرٌ من نساء المُسلمين، فانظروا لقول عائشة الله يرضى عنها وعنّا وعن جميع المُسلمين، وقالت:
    [كان الركبان يمرون بنا ونحن محرمات مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فإذا حاذوا بنا سدلت إحدانا جلبابها من رأسها على وجهها فإذا جاوزونا كشفناه].

    وصدقت وبالحق نطقت، وأنا على ذلك لمن الشاهدين أنّهُ لا يجوز للمرأة أن تتبرج تبرج الجاهليّة الأولى في الحجيج.

    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخوكم الإمام ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ



  7. الترتيب #7 الرقم والرابط: 296627 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Di Manakah Tempat Tumpuan Kecantikan Wanita, Yang Menarik Perhatian Orang-orang Yang Melihat, Yang Sering Kali Engkau Dapati Penglihatan Akan Memberikan Tumpuan Penuh Terhadap Wanita..

    sumber

    - 7 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    06 - 09 - 1431H
    16 - 08 - 2010M
    04:59 am
    ـــــــــــــــــــــ


    Di Manakah Tempat Tumpuan Kecantikan Wanita, Yang Menarik Perhatian Orang-orang Yang Melihat, Yang Sering Kali Engkau Dapati Penglihatan Akan Memberikan Tumpuan Penuh Terhadapnya Pada Wanita, Bukankah Pada Wajahnya
    ?



    Ahmad 'Isa Ibrahim
    08-12-2010
    09:13 pm

    Fatwakan kepada kami mengenai pakaian wanita dan perhiasannya yang tampak, apa pendapat kalian mengenai hijab dan niqab
    ?

    Assalaamu'alaykum

    Sesungguhnya Allah telah menjelaskan dalam Kitab-Nya mengenai pakaian wanita muslimah yang beriman, dan Allah telah memberitahukan mengenai perhiasan wanita, dan menyuruh mereka untuk tidak menampakkan perhiasan ini kecuali yang biasa tampak padanya, sebagaimana Allah telah menyuruh mereka untuk menutupi dada, dan melabuhkan jilbab mereka, dan supaya mereka tidak memukulkan kaki mereka.. hingga akhir ayat


    Apa yang aku minta dari Tuan Naser Al Yamani yang dihormati, berdasarkan komen-komen dari beberapa saudari terhadap perkara ini mengenai masalah warisan dan harta pusaka, jadi supaya permasalahan itu tidak terpecah-belah, dan supaya kita tidak melencong dari tujuan kita dengan hiwar-hiwar sampingan yang tiada kaitan dengan usul kita.

    Yaitu hendaklah Imam Nasser memberikan pengertian dan pemahamannya bagi perkara ini dari Al Qur'an, contohnya:

    1- Apakah pakaian yang wajib dikenakan oleh wanita muslimah yang beriman, sepertimana yang telah Allah jelaskan dalam Al Qur'an?
    2- Apakah maksud hijab
    ?
    3- Apakah maksud 'juyuub'
    ?
    4- Apakah maksud perhiasan yang tampak
    ?
    5- Apakah yang dimaksudkan dengan memukulkan kaki
    ?

    Salam hormat dariku untuk semua

    Sebelum aku menjawabmu, jawab dulu pertanyaanku wahai Syeikh Ahmad 'Isa Ibrahim..

    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Adapun pertanyaan Al Imam Al Mahdi kepada orang yang bertanya mengenai hijab:


    Apa dia Ats Tsiyaab (pakaian luar wanita) dan Al Jilbaab, yang Allah izinkan bagi perempuan-perempuan yang telah melangkaui usia dewasa, yang telah berhenti haid dan mereka tidak berharap untuk menikah lagi dalam muhkam Al Qur'an, yang Allah izinkan mereka buat menanggalkan Ats Tsiyaab, pakaian luar mereka yang menutupi aurat-aurat mereka yang tampak dengan syarat tidak bersolek dan berhias
    ?
    Pada firman Allah Ta'ala:
    Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian luar mereka (jilbab besar) dengan tidak menampakkan perhiasan (solekan dan sebagainya pada wajah)
    Maha Benar Allah
    [An Nuur:60]



    Pertanyaan yang muncul: Di mana letaknya tempat perhiasan pada wanita wahai Syeikh yang mulia? Mana tempat tumpuan yang menjadi tarikan dan tempat kecantikan bagi penampilan seorang wanita yang cantik, bukankah di wajahnya
    ?
    Itulah jawaban yang masuk akal dan logik, yang disahkan oleh Al Qur'an dengan kebenaran

    Aku janji padamu dengan izin Allah, untuk bawakan bayan keterangan hijab dari muhkam Al Qur'an bagi wanita terhadap mahramnya, dan hijab wanita di jalanan awam, yang akan kami keluarkan hukum keputusannya untuk kalian dari muhkam Al Qur'an pada masa yang sesuai, kami fatwakan kepadamu dengan firman kebenaran dari Allah, yang menjadi peringatan buat orang-orang yang menggunakan akal fikiran mereka

    Engkau tidak akan temukan aku berkata-kata terhadap Allah pada perkara yang aku tidak tahu wahai saudaraku yang mulia, engkau tidak akan temukan aku mengikuti persangkaan yang sama sekali tidak berguna untuk mendapatkan kebenaran, aku tantang dengan bayan keterangan yang memberi petunjuk dari ilmu pengetahuan dan hujjah yang menerangkan dari Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mendalam Ilmu Pengetahuan-Nya

    Maka jadilah engkau termasuk kalangan yang bersyukur ataupun kalangan yang kufur, tiadalah yang menjadi kewajiban bagi para utusan kecuali untuk menyampaikan dengan sejelas-jelasnya.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    "Dan supaya aku sentiasa membaca Al-Quran". Oleh itu, sesiapa yang menurut petunjuk (Al-Quran dan beramal dengannya) maka faedah perbuatannya itu akan terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa yang sesat, maka katakanlah kepadanya: "Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi amaran". (92)
    Maha Benar Allah
    [An Naml]


    Demikian juga Al Imam Al Mahdi, sesungguhnya dia hanya berkewajiban menerangkan Al Qur'an dengan keterangan yang sebenarnya sekali lagi, supaya dia mengembalikan kalian ke jalan awal kenabian -Minhaj An Nubuwwah Al Uulaa- dengan izin Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani

    Oleh itu jawablah terlebih dahulu pertanyaanku dengan jawaban yang dapat diterima oleh akal fikiran dan logik:

    Di manakah tempat tumpuan kecantikan wanita, yang menarik perhatian orang-orang yang melihat, yang sering kali engkau dapati penglihatan akan memberikan tumpuan penuh terhadapnya pada wanita, bukankah pada wajahnya
    ?

    Kerana itu sekiranya penglihatan tidak dapatkan penampilan wajah wanita itu cantik dan menarik, maka engkau akan dapati penglihatan memalingkan pandangan darinya, mengapakah ia memalingkan pandangannya? Adakah kerana ia menahan pandangannya, ataukah kerana ia tidak suka penampilan wajah yang dilihatnya
    ?

    Oleh itu fikirkanlah dan buat keputusan dengan akal fikiranmu terlebih dahulu, demi Allah, sesungguhnya setelah engkau memikirkan dan memutuskan perkara dengan akal fikiranmu, kemudian engkau merenungkan bayan keterangan yang benar dalam Al Qur'an, lalu engkau akan dapati ianya sama dan selaras dengan perkara yang diputuskan oleh akal fikiran dan logika intelektual, engkau tidak akan temukan akal fikiran dan kebenaran bertentangan dalam Al Qur'an pada apapun


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani
    __________________________

    اقتباس المشاركة: 44262 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 7 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    06 - 09 - 1431 هـ
    16 - 08 - 2010 مـ
    04:59 صباحاً
    ـــــــــــــــــــــ


    أين يكون مركز جمال المرأة اللافت للناظرين والتي دائماً تجد البصر يُركّز عليه في المرأة، أليس في وجهها ؟

    أحمد عيسى ابراهيم
    08-12-2010,
    09:13 Pm
    أفتونا في لباس المرأة وزينتها الظاهرة وما قولكم في الحجاب والنقاب ؟
    السلام عليكم
    لقد بيّن الله سبحانه في كتابه الحكيم لباس المرأة المسلمة المؤمنة وعرّف الزينة وطلب منها أن لا تبدي من هذه الزينة إلا ما ظهر منها كما طلب منها ستر الجيوب والإدناء عليها من جلبابها وعدم الضرب بالأرجل .. الخ
    والذي أطلبه من السيد ناصر اليماني المحترم بناء على تعقيبات من بعض الأخوات على هذا الأمر في موضوع الإرث والتركات ، كي لا نشتت ذلك الموضوع ونحرفه عن مقصده بحوارات جانبية لا تخصه .
    أن يقدم لنا فهمه وفقهه لهذا الأمر من كتاب الله مثل :
    1 ـ ماللباس الواجب على المرأة المسلمة المؤمنة أن تلبسه كما بين الله سبحانه في كتابه ؟
    2 ـ ما مفهوم الحجاب ؟
    3 ـ ما مفهوم الجيوب ؟
    4 ـ ما هي الزينة الظاهرة ؟
    5 ـ ما هو مفهوم الضرب بالأرجل ؟
    تحياتي للجميع
    قبل الإجابة إليك السؤال يا فضيلة الشيخ أحمد عيسى إبراهيم..
    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلام على المرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين.. وأما سؤال الإمام المهديّ إلى السائل عن الحجاب:

    فما هي الثياب وما هو الجلباب الذي أذن الله للقواعد اللاتي تجاوزن سنّ الشباب ولم يعُدْنَ من الحوائضِ فلا يرجون نكاحاً في محكم الكتاب أن يضعنَ ثيابهنَّ التي تستر عوراتهنّ الظاهرة بشرط عدم التبرج بزينةٍ؟ في قول الله تعالى:
    {وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاء اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ} صدق الله العظيم [النور:60].

    والسؤال الذي يطرح نفسه: فأين هي مواضع الزينة في المرأة يا فضيلة الشيخ الكريم؟ وأين مركز الفتنة والجمال لصورة المرأة الحسناء أليس في وجهها؟ فذلك ما يقوله العقل والمنطق ويصدقهُ الكتاب بالحقّ. وإنّي أعدك بإذن الله ببيان الحجاب من مُحكم الكتاب للمرأة عن المحارم وحجاب المرأة في الشارع العام، نستنبطه لكم من مُحكم الكتاب في الوقت المُناسب ونفتيك بالقول الصواب ذكرى لأُولي الألباب. ولن تجدني أخي الكريم أقول على الله ما لم أعلم، ولن تجدني أتّبع الظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً، وأتحدّى ببيان الهدى عن علمٍ وبصيرةٍ مُنيرةٍ من العليم الخبير، فكن من الشاكرين أو من الكافرين وما على الرسل إلا البلاغ المُبين. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ فَمَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَن ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنذِرِينَ} صدق الله العظيم [النمل:92].

    وكذلك الإمام المهديّ إنما هو مُكلفٌ بتفصيل الكتاب من جديدٍ حتى يُعيدكم إلى منهاج النبوّة الأولى إن شاء الله الغفور الرحيم، فأجب عن سؤالي بالجواب المُقنع للعقل والمنطق أولاً:
    أين يكون مركز جمال المرأة اللافت للناظرين والتي دائماً تجد البصر يُركّز عليه في المرأة، أليس في وجهها؟ فإذا لم يَرَ وجهها جميل الصورة فتجده يصرف النظر عنها، فلماذا صرف النظر؟ فهل غضَّ البصر أم إنّه لم يعجبه جمال الصورة الناظر إليها؟ فحكِّم عقلك أولاً، وتالله إنّك بعد أن تُحكِّم عقلك ومن ثمّ تتدبر البيان الحقّ في الكتاب ثمّ تجد أنه جاء مُطابقاً لما استنتجه العقل والمنطق الفكري، ولن تجد العقل والحقّ في الكتاب يختلفان في شيء.

    وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخوكم الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ





  8. الترتيب #8 الرقم والرابط: 303587 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    22

    افتراضي Bayan Hijab Untuk Wanita Terhadap Mahram Dan Hijab Wanita Di Jalanan Am..


    - 8 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    07 – 09 – 1431H
    17 – 08 – 2010M
    05:32am
    __________


    Bayan Hijab Untuk Wanita Terhadap Mahram Dan Hijab Wanita Di Jalanan Am..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat dan salam ke atas nendaku Muhammad Rasulullah - shollallaahu 'alayhi-, juga ke atas keluarganya yang suci dan para anshar pendahulu yang menolong para utusan Allah, dari kalangan terdahulu dan yang terkemudian, juga ke atas semua hamba Allah yang sholeh pada setiap zaman dan tempat hingga Hari Pembalasan, salam ke atas para utusan dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..


    Berikut adalah petikan dari keterangan Syeikh Ahmad 'Isa Ibrahim:


    Bagaimana pula Nabi -menurut keterangan ini- dapat tertarik dengan kecantikan wanita, sekiranya Nabi tidak melihat wajahnya dan sosok penampilannya secara keseluruhan
    ?



    Untuk itu Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani membalasmu, aku katakan: Wahai lelaki bertakwalah engkau kepada Allah, merasa takutlah engkau terhadap-Nya, kami sentiasa menasihatimu supaya engkau tidak menuruti perintah syaitan yang direjam, tetapi hendaklah engkau mengikuti perintah Ar Rahman.

    Mungkin Ahmad 'Isa Ibrahim mahu menyelaku mengatakan: "Siapa yang mengatakan padamu bahawa Ahmad 'Isa mengikuti perintah syaitan?". Untuk itu Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya dan menyatakan padanya mengenai perintah syaitan, iaitu: Engkau mengatakan terhadap Allah pada perkara yang tidak engkau ketahui hakikatnya, Allah telah menyatakan kepada kalian mengenai ulah suruhan syaitan.

    Allah Ta'ala berfirman:
    Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah:169]



    Bagaimana engkau ini memberi fatwa tanpa dalil bukti yang jelas dan muhkam dari Allah; malah engkau mengikuti persangkaan yang tidak berguna buat mencapai kebenaran, sepertimana engkau mahu membolehkan untuk melihat wanita dengan pengamatan yang teliti, lalu engkau berdalil dengan firman Allah Ta'ala:
    Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab:52]



    Bagaimana engkau ini mengatakan perkara yang tidak benar terhadap Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-, bahawa Nabi tidak menahan pandangannya, seolah-olah engkau menyatakan Nabi memandang kembali untuk memperhatikan dengan teliti akan kecantikannya
    ?
    Bertakwalah engkau kepada Allah, merasa takutlah engkau terhadap-Nya; padahal perkara yang sebenarnya adalah, ada di antara wanita yang datang kepada Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam- secara mengejutkan, lalu membuka wajahnya dengan maksud untuk menawarkan dan melamar, agar Nabi mahu menikahinya, ini kerana diperbolehkan untuk membuka hijab dengan tujuan untuk mengajukan pernikahan, lalu dia mengatakan: "Ya Rasulallah, sesungguhnya aku telah menyerahkan diriku padamu untuk menjadi isterimu sebagaimana yang disukai oleh Allah".

    Allah Ta'ala berfirman:
    dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab:50]


    Wahai Syaikh Ahmad 'Isa, kemarilah agar aku ajarkan kepadamu, bagaimana engkau dapat ketahui adakah ayat itu ayat muhkamat atau ayat mutasyabihat, yang masih memerlukan penjelasan dan penerangan terhadapnya, maka hendaklah engkau mengemukakan dan menghadapkan makna zahir ayat itu dengan ayat-ayat muhkamat dalam tajuk perkara yang sama, itulah Ummul Kitab, ayat-ayat pokok intipati dari kandungan Al-Qur'an

    Lalu kemudian, bilamana engkau dapati ada perkara yang bertentangan dengan dalil bukti yang engkau bawakan dan bersalahan dengannya, maka ketahuilah bahawa ayat itu masih perlu penjelasan dan penerangan, jika sungguh engkau benar-benar berkeinginan untuk tidak mengatakan terhadap Allah selain kebenaran.

    Sebagai contoh, dalil buktimu bagi melihat wajah wanita dengan firman Allah Ta'ala:
    Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.
    Maha Benar Allah

    Lalu Syeikh Ahmad 'Isa mengatakan:

    Ini adalah penjelasan yang padanya terdapat dalil yang menegaskan, bahawa diperbolehkan bagi orang beriman untuk melihat dengan pandangan mata yang tertunduk malu terhadap kecantikan wanita, dengan syarat tidak merosak rasa malu yang umum dan tidak mengganggu wanita, dan teladan kita pada yang demikian adalah Nabi Allah dan Rasul-Nya yang jujur lagi dapat dipercayai.



    Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan: Aduhai betapa teruk dan malang terhadap orang-orang yang mengatakan terhadap Allah pada perkara yang mereka tidak tahu, betapa teruk dan malang terhadap mereka yang mengikuti orang-orang yang menyesatkan mereka tanpa ilmu pengetahuan dari Allah, sesungguhnya Syeikh Ahmad telah berfatwa untuk memamerkan kecantikan wajah wanita bagi orang-orang yang melihatnya, kerana Syeikh Ahmad 'Isa telah mengatakan:

    Ini adalah penjelasan yang padanya terdapat dalil yang menegaskan, bahawa diperbolehkan bagi orang beriman untuk melihat dengan pandangan mata yang tertunduk malu terhadap kecantikan wanita, dengan syarat tidak merosak rasa malu yang umum dan tidak mengganggu wanita, dan teladan kita pada yang demikian adalah Nabi Allah dan Rasul-Nya yang jujur lagi dapat dipercayai.

    Namun Al Imam Al Mahdi mengatakan padamu: Wahai Syeikh Ahmad 'Isa Ibrahim, bertakwalah engkau kepada Allah, merasa takutlah engkau terhadap-Nya wahai saudaraku yang mulia, bahkan kelak tafsiranmu ini benar-benar akan diwaspadai oleh ayat-ayat muhkamat.

    Apa yang mengherankan pada perkaramu ini, engkau telah membawakan pada kami ayat-ayat muhkamat mengenai hijab wanita terhadap mahramnya dan hijab sepenuhnya terhadap bukan mahram, lalu kemudian engkau malah berpaling dari ayat-ayat muhkamat ini, lalu engkau mengikuti ayat mutasyabihat yang masih memerlukan penjelasan.

    Oleh itu kelak Al Imam Al Mahdi akan menjelaskan tentang hijab wanita yang terbatas di depan mahram, juga bayan penjelasan mengenai hijab wanita yang lengkap di depan selain mahram, fatwa mengenai kedua hijab tersebut, yakni hijab di depan mahram dan bukan mahram adalah pada firman Allah Ta'ala:

    Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (kain bersambung dengan penutup kepala, dapat di angkat dan diturunkan buat menutupi wajah, leher dan tengah badan) ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
    Maha Benar Allah
    [An-Nur:31]



    Langsung ke bayan keterangan yang benar, firman Allah Ta'ala:
    dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, Maha Benar Allah, pertanyaan yang muncul: Apa yang dimaksudkan dengan firman Allah Ta'ala: kecuali yang (biasa) nampak dari padanya
    ?
    Jawabnya:
    Ianya adalah wajah wanita, kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki, demikian itu hijab wanita di depan mahramnya, yakni wanita hanya boleh menampakkan wajah, kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki di depan mahram mereka.


    Adapun terhadap bukan mahram (ajnabiy): Allah Ta'ala berfirman: Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (kain bersambung dengan penutup kepala, dapat di angkat dan diturunkan buat menutupi wajah, leher dan tengah badan) ke dada mereka, apa pula khimar? Jawabnya: Ianya adalah kain yang bersambung dengan tudung penutup kepala, sekiranya wanita ingin membuka hijab yang menutupi wajah mereka, mereka dengan mudah dapat menyingkapnya dengan mengangkat khimar itu menjadi terbalik ke belakang di atas kepala.

    Adapun sekiranya mereka mahu menutupi wajah mereka, maka dengan pantas mereka dapat menurunkan khimar itu untuk menutupi saku di dada dengan membalikkan khimar hingga hujung-hujungnya menutupi sampai ke dada mereka, dan maklum bahawa saku pakaian (poket atas) telah diketahui selalunya berada di atas dada.

    Kerana itu Allah Ta'ala berfirman:
    Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada mereka, demikian itulah fatwa dari Allah untuk menutup wajah dan leher dengan khimar ketika melihat ada ajnabiy, sebagaimana yang telah kami nyatakan bahawa khimar adalah potongan kain yang bersambung dengan penutup (tudung) kepala, bilamana wanita mahu menyingkapnya dari wajah mereka, maka dengan pantas mereka dapat mengangkatnya ke atas, dan bilamana mereka mahu menutup wajah dan leher, maka dengan pantas pula mereka dapat menurunkan khimar itu untuk menutupinya ke atas dada hingga menutupi wajah dan leher.

    Demikian itu adalah bayan keterangan yang benar bagi firman Allah Ta'ala:
    Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada mereka, sesungguhnya para wanita hanya berbuat demikian ketika mana mereka khuatir ada bukan mahram yang melihat wajah mereka di jalanan atau di mana sahaja, jadi, bilamana mereka merasakan adanya para ajnabiy, maka dengan secepatnya mereka dapat menurunkan khimar hingga menutupi dada mereka, dengan segera mereka dapat menutupi wajah, leher dan dada mereka tatkala mereka menyadari ada selain mahram mereka.


    Sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala: dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada mereka, sesungguhnya mereka para wanita hanya menutupi wajah dan leher mereka dengan khimar ketika melihat ada ajnabiy, maka dengan pantas mereka menutupi wajah dan leher mereka dengan khimar sembari menurunkannya, untuk menutupi aurat mereka hingga ke dada sebaik sahaja mereka melihat ada bukan mahram

    Aku beri contoh yang demikian padamu dalam riwayat yang hak dari 'Aisyah -'alayhas salaam- mengenai hijab yang dikenakan olehnya dan para wanita beriman di hari mereka berhaji bersama Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-, 'Aisyah berkata:

    "Dulu kami bersama dengan Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam- pada haji Wada', tatkala kami dekat dengan rombongan kafilah, setiap dari kami para wanita menurunkan khimarnya dari atas kepalanya ke wajahnya, dan jika mereka rombongan kafilah telah menjauh dari kami, kami pun membuka kembali wajah kami."

    Benar 'Aisyah dengan pernyataannya selaras dengan fatwa Allah mengenai hijab wanita di depan ajnabiy yakni selain mahram.


    Wanita dapat membuka khimar mereka di jalanan awam sekiranya mereka dapati di jalanan tiada ajnabiy dan mereka tidak khuatir wajah mereka dapat dilihat oleh ajnabiy, akan tetapi bilamana wanita menyadari kehadiran ajnabiy maka dengan pantas wanita menutupi wajah mereka dengan khimar, kerana khimar itu bersambung dengan tudung (penutup) kepala, dalam sesaat mereka dapat menurunkan khimar itu terhadap ajnabiy, dan wanita boleh membuka khimar mereka di depan mahram.

    Demikian itu bayan keterangan yang benar bagi firman Allah Ta'ala:
    Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (kain bersambung dengan penutup kepala, dapat di angkat dan diturunkan buat menutupi wajah, leher dan tengah badan) ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
    Maha Benar Allah
    [An Nuur]


    Adapun jalanan awam, maka Allah perintahkan kaum wanita untuk memakai pakaian jilbab, yaitu yang menutupi pakaian hijab mereka dan perhiasan mereka ketika mereka di hadapan mahram, namun bilamana wanita menghentakkan kaki mereka ketika berjalan, maka kelak para ajnabiy dapat mendengar bunyi perhiasan wanita yang tersembunyi di balik khimar dan jilbab mereka, dan pada yang demikian itu terdapat fitnah (godaan) bagi orang-orang yang mengikuti syahwat, juga bahaya terhadap para wanita dari pencuri dan perampok jalanan.

    Kerana itu Allah Ta'ala berfirman:
    Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
    Maha Benar Allah
    [An Nuur]


    Jadi, apa itu jilbab? Jawabnya: Jilbab adalah pakaian (besar) yang menutupi pakaian wanita ketika di depan mahram mereka, dan pakaian yang mereka kenakan di depan mahram mereka mungkin sahaja pakaian gaun malam yang cantik, tidak longgar hingga menampilkan keindahan bentuk tubuhnya, seperti tonjolan bentuk payudara dan lingkaran pinggangnya, pakaian tidak cantik sekiranya terlalu besar dan longgar.

    Allah tidak melarang hamba-hamba-Nya membuat pakaian yang langsung melekap pada tubuh wanita, yang menampakkan bentuk pinggangnya dan keindahan bentuk tubuhnya, yaitu pakaian layak dan sesuai yang membuatkan penampilannya cantik dan menarik dihadapan suaminya dan semua mahramnya, baru kemudian ada pakaian jilbab yang besar dan longgar, yang dipakai oleh wanita untuk menutupi kecantikan dirinya dari penglihatan bukan mahram sahaja.

    Ini kerana jilbab adalah hijab yang menutupi keindahan tubuh badannya dari dilihat oleh ajnabiy, juga buat menutupi kecantikan wajahnya juga perhiasan yang dipakainya, jilbab bukanlah hijab untuk mahram, namun hijab untuk bukan mahram.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (59)
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab]


    Selanjutnya yang mengikuti jilbab adalah penutup kepala, yang pada penutup itu melekat hujung khimar agar wanita dapat menurunkannya dan mengangkatnya dengan pantas, sekiranya wanita khuatir ada ajnabiy yang melihat mereka.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
    Maha Benar Allah
    [An Nuur]


    Sebagaimana yang telah kami nyatakan, bahawa jilbab adalah pakaian besar dan longgar yang menutupi pakaian wanita ketika mereka di depan mahram mereka, demikian ini kerana pakaian hijab wanita ada dua jenis, salah satunya adalah jilbab dan yang satunya lagi adalah pakaian yang mereka kenakan di depan mahram, buat menutupi aurat tubuh mereka dari dilihat secara langsung

    Demikian ini kerana Allah tidak membenarkan wanita memperlihatkan tubuh mereka, bahkan terhadap ayah mereka atau saudara lelaki mereka, mereka (mahram) hanya boleh melihat apa yang biasa tampak dari perhiasan wanita sahaja, seperti wajah, kedua tapak tangan, tonjolan bentuk payudara, bentuk lingkaran pinggang dan perhiasan yang mereka pakai, tidak diperbolehkan bagi wanita untuk memperlihatkan tubuhnya secara langsung kepada sesiapapun kecuali kepada suaminya, yang telah Allah izinkan untuk bercampur dengannya (berhubungan badan) dan sang suami adalah pakaian bagi sang isteri.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah:187]



    Kami ulang kembali definisi jilbab, ia adalah pakaian besar wanita yang longgar, yang menutupi pakaian hiasan mereka yang mereka kenakan di depan mahram, jilbab adalah hijab yang mereka kenakan di depan ajnabiy, Allah membenarkan wanita-wanita yang telah lanjut usia untuk melepaskan pakaian mereka, yang dimaksudkan adalah pakaian besar dan longgar mereka yaitu jilbab, namun dengan syarat tidak berhias pada wajah, seperti bersolek atau mengenakan perhiasan.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak menampakkan perhiasan (solekan dan sebagainya pada wajah)
    Maha Benar Allah
    [An Nuur]

    Adakah yang dimaksudkan itu supaya wanita lanjut usia menanggalkan pakaian yang menutupi tubuh mereka? Tidak sama sekali… sesungguhnya yang dimaksudkan adalah pakaian jilbab besar yang mereka pakai dahulu semasa mereka muda, lalu setelah mereka lanjut usia Allah izinkan mereka melepaskan jilbab besar itu, tidak mengapa bagi wanita yang lanjut usia untuk tampil di depan ajnabiy dengan pakaian yang mereka kenakan di depan mahram.


    Maka dari itu, siapa yang menghujjah Al Mahdi Al Muntadhar mengenai hijab dengan mahram dan hijab dengan bukan mahram, melainkan aku pasti mematahkan hujjahnya dengan kebenaran, jika aku tidak dapat melakukannya maka aku bukan Al Imam Al Mahdi Al Muntadhar, yang memutuskan dengan kebenaran di antara orang-orang yang berselisih dalam urusan agama, aku putuskan untuk mereka hukum keputusan Allah yang hak, meyakinkan dan dapat diterima akal fikiran dan logik dari muhkam Kitabullah Al Qur'an.

    Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya dimana sahaja terdapat tabarruj (memamerkan kecantikan) bagi wanita, maka di situ juga ada banyak orang yang tidak senonoh, tidak tahu malu dan tidak bermoral, penyebabnya adalah dari fitnah wanita yang berhias diri memamerkan kecantikan bagi orang-orang yang melihat mereka.

    Fitnah dari kecantikan wanita juga dapat menyalakan api syahwat dan mengobar naluri seks, hingga kesengsaraan menimpa manusia dan nafsu syahwat mengalahkannya, sesungguhnya manusia itu diciptakan berkeadaan lemah, kerana itulah Allah telah memerintahkan kaum wanita agar berhijab, untuk mengurangi dan meringankan fitnah terhadap orang-orang beriman.

    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan Allah hendak (membersihkan kamu dari dosa dengan) menerima taubat kamu, sedang orang-orang (yang fasik) yang menurut keinginan hawa nafsu (yang diharamkan oleh Allah itu) hendak mendorong kamu supaya kamu menyeleweng (dari kebenaran) dengan penyelewengan yang besar bahayanya. (27) Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah. (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Bahkan mungkin sahaja tubuh jadi terbius hilang kesadaran secara tidak wajar kerana pergolakkan syahwat dan kerana kekaguman terhadap keindahan dan kecantikan, aku beri contoh pada kalian terhadap yang demikian sebagaimana para wanita yang melukai tangan mereka sendiri tanpa mereka merasakannya, itu kerana yang menyebabkan tubuh mereka terbius jadi hilang kesadaran adalah pergolakan syahwat dan kekaguman mereka yang terpegun ketika melihat ketampanan Nabi Allah Yusuf -'alayhis salaam-:

    Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".
    [Yusuf:31]


    Mereka para wanita itu melukai (jari) tangan mereka disebabkan oleh pergolakan syahwat dan besarnya kekaguman mereka terhadap ketampanan Nabi Allah Yusuf -'alayhis salaam- yang mereka lihat dengan mata mereka, lalu kemudian isteri Al Aziz menertawakan perkara yang terjadi kepada para wanita itu, sesungguhnya perkara yang telah terjadi pada mereka (para wanita) adalah sama sebagaimana yang telah dialaminya sebelum itu:

    Isteri Al Aziz berkata: "Itulah dia orang yang kalian cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina". (32) Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".(33)
    Maha Benar Allah
    [Yusuf]


    Akan tetapi, meskipun Allah tidak memerintahkan kaum lelaki untuk berhijab menutupi diri di depan kaum wanita, namun Allah memerintahkan kaum wanita untuk menundukkan pandangan mereka, kerana begitu juga kaum wanita, mereka lemah menghadapi syahwat dan emosi perasaan cinta, hanya sahaja kaum wanita tidak seberani dan senekad kaum lelaki, kecuali wanita yang tidak punya rasa malu, maka dia akan terdedah dengan kejahatan zina, demikian itu kerana kurangnya rasa malu pada diri mereka terhadap kaum lelaki, padahal sekiranya rasa malu ada pada diri wanita, maka rasa malu itu akan menambahkan penjagaan terhadap diri wanita, dan akan menjauhkannya dari perbuatan zina, sebaik-baik wanita adalah yang punyai rasa malu ketika berhadapan dengan kaum lelaki.


    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkan Musa dengan berjalan dalam keadaan segan tersipu malu
    Maha Benar Allah
    [Al Qashash:25]


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam

    Saudara kaum muslimin yang rendah hati terhadap orang-orang beriman,
    Al Imam Al Mahdi Naser Mohammed Al Yamani

    ــــــــــــــــــــــ




    اقتباس المشاركة: 44263 من الموضوع: بيان الحجاب الإسلامي إلى كافة نساء الأمّة..





    - 8 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    07 - 09 - 1431 هـ
    17 - 08 - 2010 مـ
    05:32 صباحاُ
    __________



    بيان الحجاب للمرأة عن المحارم وحجاب المرأة في الشارع العام ..

    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي محمد رسول الله صلى الله عليه وآله الأطهار والسابقين الأنصار في الأولين وفي الآخرين وجميع الصالحين في كلّ زمانٍ ومكانٍ إلى يوم الدين، وسلامٌ على المُرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين..

    وما يلي اقتباس من بيان الشيخ أحمد عيسى إبراهيم بما يلي:
    كيف للنبي حسب هذا البيان أن يعجب بحسن امرأة إن لم يرى وجهها وهيأتها ككل؟
    ومن ثمّ يردّ عليك الإمام ناصر محمد اليماني وأقول: يا رجل اتقِ الله فلا نزال ننصحك أن لا تتّبع أمر الشيطان الرجيم بل تتّبع أمر الرحمن. ولربّما يودّ أحمد عيسى إبراهيم أن يقاطعني فيقول: "ومن قال لك يا ناصر محمد اليماني أن أحمد عيسى يتبع أمر الشيطان؟". ومن ثمّ يردّ عليه الإمام ناصر محمد اليماني ويفتيه عن أمر الشيطان وهو: أن تقول على الله ما لا تعلم، وأفتاكم الله عن كيفية أمر الشيطان. وقال الله تعالى: {إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ} صدق الله العظيم [البقرة:169].

    فكيف تفتي بغير سلطان العلم البيّن والمحكم من الله؛ بل وتتّبع الظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً كمثل أنّك تريد أن تبيح النظر إلى المرأة بتمعّنٍ، ومن ثمّ تستدل بقول الله تعالى:
    {لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاء مِن بَعْدُ وَلَا أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ رَّقِيباً} صدق الله العظيم [الأحزاب:52].

    فكيف تفتري على النبي - صلى الله عليه وآله وسلم - أنه لم يكن يغضّ البصر وكأنّك تفتي أنّه كان يُرجع البصر للتمعّن في جمالها؟ فاتقِ الله؛ بل من النساء من تأتي فتفاجِئ النبي - صلى الله عليه وآله وسلم - فتكشف وجهها بغرض عرض الزواج على النبيّ كونه يحلّ كشف الحجاب بهدف عرض الزواج، فتقول: "يا رسول الله قد وهبتُ لك نفسي زوجةً كما يرضى الله". وقال الله تعالى:
    {وَامرأة مُّؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ} صدق الله العظيم [الأحزاب:50].

    ويا فضيلة الشيخ أحمد عيسى، هلمّ لكي أعلمك كيف تعلم هل الآية محكمةٌ أم من الآيات المُتشابهات اللاتي لا يزلن بحاجة للتفصيل والبيان، فعليك أن تعرض ظاهر الآية على الآيات المحكمات هُنّ أمّ الكتاب في قلب وذات الموضوع فإذا وجدت ما يخالف برهانك ويناقضه تماماً فعليك أن تعلم أنّ تلك الآية لا تزال بحاجة للتفصيل والبيان إن كنت حريصاً ألا تقول على الله غير الحقّ، وعلى سبيل المثال برهانك بالنظر إلى وجه المرأة بقول الله تعالى:
    {لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاء مِن بَعْدُ وَلَا أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ رَّقِيباً} صدق الله العظيم، ومن ثمّ قال الشيخ أحمد عيسى:
    وهذا بيان فيه دليل مؤكد أنه يحل للإنسان المؤمن أن ينظر بطرف غضٍ محتشمٍ لحسن المرأة شرط ألا يخل ذلك بالحياء العام ولا يسيء لها، وقدوتنا في ذلك نبيّ الله ورسوله الصادق الأمين
    ومن ثمّ يردّ عليه الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني وأقول: ويا أسفاه على الذين يقولون على الله ما لا يعلمون، ويا أسفاه على الذين اتّبعوهم فأضلّوهم بغير علمٍ من الله، فقد أفتى الشيخ أحمد بتبرّج وجه المرأة للناظرين، ومن ثم قال الشيخ أحمد عيسى:
    وهذا بيان فيه دليل مؤكد أنه يحل للإنسان المؤمن أن ينظر بطرف غضٍ محتشم لحسن المرأة شرط ألا يخل ذلك بالحياء العام ولا يسيء لها، وقدوتنا في ذلك نبيّ الله ورسوله الصادق الأمين
    ولكن الإمام المهديّ يقول لك: يا شيخ أحمد عيسى إبراهيم اتّقِ الله أخي الكريم، ولكن تفسيرك هذا سوف تكون له الآيات المحكمات لبالمرصاد، والعجيب في أمرك أنّك جئتنا بالآيات المحكمات في حجاب المرأة عن الأقارب وحجابها الكامل عن الأجانب ومن ثمّ تعرض عن هذه الآيات المحكمات ومن ثم تتّبع المُتشابه والذي لا يزال بحاجة للتفصيل، وعليه فسوف يقوم الإمام المهديّ بتفصيل حجاب المرأة المحدود عن الأقارب، وبيان الحجاب الكامل عن الأجانب، وفتوى الحجابين عن الأقارب والأجانب في قول الله تعالى: {وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} صدق الله العظيم [النور:31].

    وإلى البيان الحقّ، وقال الله تعالى:
    {وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا} صدق الله العظيم، والسؤال الذي يطرح نفسه: فما المقصود بقول الله تعالى: {إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا}؟ والجواب: إنهُ وجه المرأة وكفيها وقدميها وذلك حجاب المرأة أمام الأقارب.

    وأما الأجانب: فقال الله تعالى: {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ}، فما هو الخمار؟ والجواب: هو الذي يكون ملتصقاً بما تغطي به المرأة رأسها فإن شاءت أن تكشف عن وجهها فترفع الخمار إلى الأعلى فيكون مقلوباً على الرأس، وأمّا إذا أرادت أن تحجب وجهها فسرعان ما تقوم بتنزيل الخمار ليضرب على الجيب فيحجب الوجه فتكون ملقاةً أطرافُه على الصدر، ومعلوم أنّ جيوب الثياب المعلومة دائماً تكون على الصدر. ولذلك قال الله تعالى: {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ}، وتلك فتوى من الله بتغطية الوجه والعنق بالخمار حين رؤية الأجانب، وكما قلنا أنّ الخِمار هو قطعة تكون مربوطة بغطاء الرأس فإذا أرادت المرأة أن تكشف عن وجهها فسرعان ما ترفعه إلى الأعلى وإذا أرادت أن تُغطّي وجهها وعنقها فسرعان ما تقوم بتنزيله ليضرب على صدرها فيغطي الوجه والعنق، فذلك هو البيان الحقّ لقول الله تعالى: {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ}، وإنما تفعل ذلك حين تخشى أن يرى وجهها الأجانب في الطريق أو في أي مكان، فمجرد ما تشعر بوجودهم فسرعان ما تقوم بضرب الخمار على الصدر فيُحجب فوراً الوجه والعنق والصدر حين تشعر بالأجانب.

    تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ}، وإنما تضرب بخمارها على وجهها وعنقها حين رؤية الأجانب فسرعان ما يغطي الخِمار وجهها وعنقها فتضرب به على الصدر فوراً حين رؤية الأجانب، وأضرب لك على ذلك مثلاً في الرواية الحق عن عائشة عليها السلام في حجابها ونساء المؤمنين يوم حججن مع النبي -صلى الله عليه وآله وسلم- وقالت: [كنا مع النبي - صلى الله عليه وسلم - في حجة الوداع، وكنا إذا دنا منا الركبان سدلت إحدانا خمارها من على رأسها على وجهها، فإذا بعدوا كشفنا]، وصدقت بفتواها مُطابقة لفتوى الله عن حجاب المرأة عن الأجانب.

    وتستطيع المرأة أن تكشف الخمار وهي في الطريق العام إن لم ترَ في طريقها أجانب ولا تخشى أن يرى وجهها أحد الأجانب، ولكن حين تشعر بوجود الأجانب فسرعان ما تغطي وجهها بالخمار لأنه مربوطٌ بغطاء الرأس وتستطيع تنزيله في خلال ثانيةٍ واحدةٍ عن الأجانب، ويحلّ لها كشفه عن الأقارب. وذلك هو البيان الحقّ لقول الله تعالى:
    {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء} صدق الله العظيم [النور:31].

    وأما الشارع العام فأمرها الله أن ترتدي ثوب الجلباب الذي يغطي ثوب حجابها عن الأقارب وحليها، ولكنها إذا ضربت المرأة برجليها الأرض جرياً فسوف يسمع الأجانب صنين زينتها وهي حُليها المخفية وراء الخمار والجلباب، وفي ذلك فتنة للذين يتّبعون الشهوات، وكذلك خطر عليها من اللصوص وقطاع الطرق. ولذلك قال الله تعالى: {وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} صدق الله العظيم [النور:31].

    فما هو الجلباب؟ والجواب: إنّه الثوب الذي يُغطّي ثوبها أمام محارمها، والثوب أمام محارمها قد يكون ثوب سهرةٍ جميلٍ فهي تظهر من خلاله تفاصيل الجسم كمثل بروز النهود ودائرة الخصر ولا تكون الملابس جميلة إذا كانت واسعة، ولم يمنع الله أمتَه من أن تقوم بتفصيل الثوب المباشر على جسدها الذي يظهر خصرها وجمال جسدها الذي يليق أن يجعل مظهرها جميلاً أمام زوجها وكافة محارمها، ويأتي من بعد ذلك ثوب الجلباب الواسع وتستخدمه المرأة ليستر مفاتنها عن أبصار الأجانب فقط لأن الجلباب حجاب مفاتن جسدها عن أبصار الأجانب و جمال الوجه والحُلي، وليس الجلباب حجاب الأقارب بل حجاب الأجانب. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً} صدق الله العظيم [الأحزاب:59].

    وتابع للجلباب غطاء الرأس الذي يتمّ فيه لصق طرف الخمار حتى تستطيع المرأة تنزيله ورفعه بسرعة إن خشيت أن يراها الأجانب. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء} صدق الله العظيم [النور:31].

    وكما قلنا أنّ الجلباب هو الثوب الأكبر الواسع الذي يغطي ثوب المرأة أمام محارمها، وذلك لأن حجاب النساء نوعين من الثياب فأحدهما الجلباب والآخر تستخدمه أمام الأقارب لتغطية عورة الجسد من النظر إليه مباشرة، وذلك لأن الله لم يسمح لها أن يرى جسدها حتى أبوها أو أخوها وإنما يرون ما ظهر من زينتها فقط كمثل الوجه والكفين وبروز النهود ودائرة الخصر وحُليَّها ولا يحل لها أن يرى جسدها مباشرةً إلا زوجها الذي أحلَّ الله له الرفث إليها فهو لباس لها. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ} صدق الله العظيم [البقرة:187].

    ونعود لتعريف الجِلباب وهو الثوب الأكبر الذي يُغطّي ثوبها الذي تتزيّن به أمام الأقارب، وأما الجِلباب فهو حجابها عن الأجانب، وأحلَّ الله للنِّساء القواعد أن يضعنَ ثيابهنَّ ويقصد بذلك الثوب الأكبر وهو الجلباب، ولكن بشرط أنْ لا تتزيّن بزينةٍ على الوجه كمثل أن تستخدم المكياج أو تلبس الحُلي. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاء اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحاً فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ} صدق الله العظيم [النور:60]، فهل يقصد أن تضع المرأة القاعد ثوبها الذي يغطي جسدها؟ كلا ثم كلا... وإنما يقصد ثوب الجلباب الأكبر الذي كانت تستخدمه أيام شبابها ومن ثم أحلّ الله لها حين جاءها الكِبر أن تضعه فلا حرج عليها أن تظهر للأجانب بثوب الأقارب.

    فمن ذا الذي يحاجِج المهديّ المنتظَر في حجاب الأقارب والأجانب إلا غلبتُه بالحقِّ فإذا لم أفعل فلستُ الإمام المهديّ المنتظَر الحكم الحقّ بين المُختلفين في الدين فأستنبط لهم حكم الله الحقّ والمقنع للعقل والمنطق من محكم كتاب الله القرآن العظيم، ألا وإنّه حيث يوجد التبرّج للمرأة يوجد السُّفور والفُجور بشكلٍ أكثر، وسببه فتنة المرأة المتبرِّجة للنّاظرين إليها وفتنة جمال المرأة يؤجِّج الشهوة والغريزة فتغلب عليه شقوته وشهوته وخّلِقَ الإنسانُ ضعيفاً، ولذلك أمر الله المرأة بالحجاب لتخفيف الفتنة عن المؤمنين. وقال الله تعالى:
    {وَاللَّـهُ يُرِ‌يدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِ‌يدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا ﴿٢٧﴾ يُرِ‌يدُ اللَّـهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفا ﴿٢٨﴾} صدق الله العظيم [النساء].

    بل قد يتخدّر الجسم من جور تأجُّجِ الشهوة والإعجاب بالجمال، وأضرب لكم على ذلك مثل النسوة التي قطّعن أيديهن ولم يشعرنَ بذلك أنّهن قطّعن أيديَهن، وذلك لأنّ الذي خَدَّرَ أجسادهنّ تأجّج الشهوة والإعجاب بجمال رسول الله يوسف عليه الصلاة والسلام:
    {فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ} [يوسف:31].

    وقطّعن أيديَهن بسبب تأجُّج الشهوة وعظيم الإعجاب بما ترى أعينهن من جمال نبيّ الله يوسف عليه الصلاة والسلام، ومن ثم ضحكت امرأة العزيز بما حدث للنّسْوةِ، فقد حدث لهنّ ما حدث لها من قبل:
    {قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ وَلَقَدْ رَ‌اوَدتُّهُ عَن نَّفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُ‌هُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِّنَ الصَّاغِرِ‌ينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ رَ‌بِّ السِّجْنُ أحبّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِ‌فْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ الْجَاهِلِينَ ﴿٣٣﴾} صدق الله العظيم [يوسف].

    ولكن برغم أنّ الله لم يأمر الرجل بالحجاب عن المرأة ولكنّه أمر المرأة أن تغضَ البصرَ، فهي كذلك ضعيفة أمام الشهوة والعاطفة غير أنّها أقل جُرأةً من الرجل إلا التي لا تستحي فهذه تكون مُعرضةً لفاحشةِ الزِّنا وذلك بسبب قلة حيائِها من الرِّجال، ولكن الحياءَ إذا وُجِد في المرأة يزيدها عِفّةً ويُبعدها عن الزِّنا، ونِعْمَ المرأة التي تستحي حين تواجه الرجال.

    تصديقاً لقول الله تعالى: {فَجَاءتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاء} صدق الله العظيم [القصص:25].

    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخو المُسلمين الذليل على المؤمنين الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــــــ









المواضيع المتشابهه

  1. Bayan Keterangan Mengenai Khalifah Pengganti Setelah Adam..
    بواسطة أبو عزرا في المنتدى Melayu
    مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 11-06-2018, 11:18 PM
  2. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 04-07-2016, 10:53 PM
  3. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 13-05-2016, 06:35 PM
  4. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 28-06-2015, 06:46 PM
  5. PENTING!!! Dari Imam Mahdi Kepada Rakyat Yaman Dan Kepada Umat Islam Seluruh Dunia
    بواسطة أبو عزرا في المنتدى Melayu
    مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 30-11-2013, 02:18 PM

المفضلات

ضوابط المشاركة

  • لا تستطيع إضافة مواضيع جديدة
  • لا تستطيع الرد على المواضيع
  • لا تستطيع إرفاق ملفات
  • لا تستطيع تعديل مشاركاتك
  •